Bandwidth Utilization: Multiplexing and Spreading

Bandwidh utilisasi adalah penggunaan bandwidth yang tersedia secara bijak untuk mencapai tujuan yang spesifik.

Penggunaan bandwidth secara efektif yang mana merupakan hal yang terbatas merupakan sebuah tantangan tersendiri dalam bidang teknologi komunikasi.

Terdapat 2 kategori untuk utilisasi bandwidth yaitu: multiplexing dan spreading.

Efisiensi dapat di capai dengan multiplexing, sedangkan privacy dan antijamming dapat dicapai dengan spreading.

Multiplexing

Kapan saja ketika sebuah bandwidth pada sebuah media yang menghubungkan 2 device lebih besar daripada bandwidth yang dibutuhkan device tersebut, maka media link tersebut dapat dibagi.

Multiplexing adalah sekumpulan teknik yang memungkinkan transmisi simultan dari multiple(banyak) sinyal melewati sebuah data link.

Ketika data dan telekomunikasi meningkat, demikian juga traffic. Kita dapat mengakomodasikan peningkatan ini dengan menambah link individu secara terus-menerus setiap kali sebuah channel baru diperlukan, atau kita bisa menambah link dengan bandwidth yang lebih besar dan menggunakannya untuk membawa multile signal.

Media teknologi saat ini yang memiliki bandwidth yang besar seperti fiber optik dan microwaves, masingmasing memiliki bandwidth yang jauh melebihi kebutuhan rata-rata signal transmisi. Bila bandwidth yang digunakan melalui link tersebut lebih kecil dari bandwidth maksimal, maka sebenarnya besar maksimum bandwidth tersebut menjadi sia-sia.

Dalam sistem ter-multiplex, n line berbagi bandwidth dari sebuah link.

dividing

Pada diagram diatas, line di kiri secara langsung mengtransmisikan ke multiplexer (MUX), yang mana mengkombinasikannya dalam sebuah stream.

Pada sisi penerima, stream tersebut masuk ke demultplexer (DEMUX), yang mana memisahkan aliran tersebut kembali ke komponen transmisinya dan menyalurkannya kembali ke linenya sendiri.

Dalam diagram di atas, link merujuk ke path fisik dan chanel merujuk ke bagian dari link yang membawa transmisi antara pasangan line. Sebuah link dapat memiliki banyak channel.

Terdapat 3 teknik dasar multiplexing:  frequency-division multiplexing(analog), wavelength-division multiplexing(analog), dan time-division multiplexing(analog).

Frequency-Division Multiplexing
Frequency-division multiplexing (FDM)  adalah teknik analog yang dapat diaplikasikan ketika bandwidth pada sebuah link lebih besar daripada kombinasi bandwidth dari signal yang akan ditransmisikan. Pada FOM, signal yang dihasilkan dari setiap device pengirim memodulasi frekuensi carrier yang berbeda. Signal-signal termodulasi ini kemudian dikombinasikan kedalam komposit tunggal yang dapat di kirimkan melalui link. Frekuesni carrier dipisahkan oleh bandwidth yang cukup untuk mengakmodasi signal yang termodulasi. Range bandwidth ini adalah channel dimana bermacam-macam signal lewat. Channel dapat dipisahkan oleh strip band bandwidth pemisah yang tidak digunakan untuk mencegah signal dari overlapping. Sebagai tambahan, frekuensi carrier harus tidak boleh mengganggu frekuensi data yang original.

 

Spread Spectrum

Dalam spread spectrum, kita mengkombinasikan signal dari sumber yang berbeda untuk muat dalam bandwidth yang lebih besar, tetapi tujuan kita adalah mencegah penyadapan dan jamming. Untuk mencapai tujuan ini, teknik spread spectrum menambahkan redudancy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>