Category Archives: Mobile Computing

Context-Aware Computing

Context-aware computing merujuk pada salah satu kemampuan pada mobile sistem yang dapat mengdeteksi lingkungan fisik dimana sistem tersebut berada atau dijalankan dan kemudian beradaptasi sesuai dengan lingkungan tersebut.

Sistem Context-aware ini adalh merupakan salah satu koponen pada ligkungan komputing ubiquitous computing atau pervasive.

Walaupun lokasi masihlah merupakan kemampuan utama dari mobile sistem, tetapi location-aware saja tidak mampu menangkap poin-poin interest dari user yang mobile atau berubah-rubah lokasinya. Context-aware secara umum malah banyak digunakan dengan menyertakan hal-hal yang terdekat(nearby) seperti, orang, alat/device, cahaya, level noise, ketersediaan jaringan, dan bahkan situasi sosial misalnya apakah anda sedang bersama kelurga atau teman.

Konteks dapat didapatkan dari berbagai macam tipe sensor (misalnya lokasi, load), visi komputer (misalnya gesture, petujuk dan deteksi aktivitas), modeling perilaku user (misalnya pikiran, aksi, dan kata-kata), menyimpulkan dari database atau kalender, atau input eksplisit dari user/device sendiri. Seketika didapat konteksnya, maka kita dapat melihat bagaimana konteks informasi dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi untuk menyediakan service atau informasi yang khusus.

Aplikasi dapat menggunakan konteks secara pasif untuk melakukan kostumisasi pda penyajian aplikasi atau dapat secara proaktif menerima dan menggunakan informasi konteks yang tersedia secara konstan dalam proses pengambilan keputusan.

KONTEKS

Konteks adalah istilah umum yang dapat dikategorikan ke dalam tiga kategori dalam ranah komputasi mobile, yaitu konteks komputasi, konteks pengguna, dan konteks fisik.

3 komponen penting dalam konteks user adalah: dimana Anda berada, dengan siapa Anda berada, dan sumber daya apa yang terdekat.

Ketiga kategori tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Konteks Komputasi (sumber daya apa yang Anda miliki) – seperti konektivitas jaringan, biaya komunikasi, dan bandwidth komunikasi dan sumber daya terdekat seperti printer, display, dan workstation
  2. Konteks pengguna (Anda bersama dengan siapa) – seperti profil pengguna, lokasi, orang di sekitar, bahkan situasi sosial saat ini
  3. Konteks fisik (di mana Anda berada) – seperti pencahayaan, tingkat noise, kondisi lalu lintas, dan suhu

Beberapa tambahan kategori dan subkategori yang menarik dari konteks:

  • Konteks geografik (misal: gedung, lantai, kantor)
  • Konteks organisasi (misal departemen, project)
  • Konteks aksi (misal: tugas)
  • Konteks teknologi (misal: programmer Java)
  • Konteks waktu (misal: jam dalam satu hari, bulan, musim tertentu dalam setahun)

Apapun informasi kontekstual yang dikumpulkan oleh sistem, informasi tersebut harus direpresentasikan dalam bentuk yang dapat dicerna oleh aplikasi yang tergantung pada koteks tersebut.

AKUISISI KONTEKS

Tujuan utama dari akuisisi ini adalah untuk mengumpulkan informasi dan menyediakannya dalam cara yang aman dan dapat diandalkan untuk platform middleware menggunakannya untuk menentukan keputusan.

Seringkali tidak cukup hanya mengumpulkan semua informasi kontekstual dari sebuah sensor saja. Dalam komputasi mobile, sensor dapat berada di satu tempat atau didistribusikan secara spasial. Dalam susunan banyak sensor, protokol komunikasi harus dapat direkayasa untuk memfasilitasi perpaduan data tersebut. Hal ini dapat melibatkan pos-prosesing yang lebih rumit. Sebagai contoh, dalam komputasi wearable, sensor-sensor dapat dipasang pada seluruh bagian tubuh. Penempatan sensor ini sangatlah penting bagi observasi kontekstual. Dalam aplikasi apa saja, sang designer harus dapat memilih tipe sensor yang tepat dan posisi penempatannya  yang relevan.

Akuisisi Data sensor

Terdapat banyak pilihan sensor dan teknologi sensing yang dapat diaplikasikan untuk mengumpulkan informasi kontekstual. Beberapa teknologi sensing dapat dikategorikan sebagai berikut:

  • Thermal dan kelembaban
  • Penglihatan dan cahaya
  • Lokasi, orientasi, dan keberadaan
  • Magnetik dan medan elektrik
  • Sentuhan, tekanan dan getaran
  • Audio/suara
  • Berat
  • Bau : sensor gas
  • Akselarasi: deteksi gerak

KESADARAN KONTEKS

Kesadaran konteks dapat diklasifikasikan ke dalam 2 kelompok: yang menggunakan konteks secara pasiv dan yang lainnya yang beradaptasi kepada konteks secara proaktif.

Konteks memodulasi perilaku dengan mempengaruhi tindakan yang digunakan untuk mencapai tujuan serta memilih waktu dan cara bagaimana tindakan ini akan dilakukan. Dengan memperhatikan konteksnya, sebuah agen cerdas dapat lebih cepat memilih perilaku yang tepat untuk mencapai tujuannya, dan ini dapat secara lebih efektif memusatkan perhatiannya dan responsnya kepada kejadian yang tidak terduga. Konteks-kesadaran juga bisa dikategorikan ke dalam set-set fitur sebgai berikut:

  • Pilihan proksimat – pilihan proksimat adalah teknik interaksi di mana sebuah daftar objek (misal:printer) atau tempat (misal:kantor) disajikan dan diman item yang relevan dengan konteks pengguna diberikan penekanan atau dibuat lebih mudah untuk dipilih.
  • Rekonfigurasi kontekstual otomatis – teknik tingkat sistem yang menciptakan pengikatan otomatis ke sumber daya yang tersedia berdasarkan konteks saat ini.
  • Aplikasi perintah kontekstual – layanan executable yang tersedia karena konteks pengguna atau yang pelaksanaannya dimodifikasi berdasarkan konteks pengguna.
  • Tindakan yang dipicu oleh konteks – aplikasi yang secara otomatis memahami konteks keberadaan mereka dan menjalankan layanan secara otomatis bila ada kombinasi konteks yang tepat.