Location Sensing

Aspek yang terpenting dalam mobile networking tidak hanya memberikan akses dimana saja untuk user, tetapi juga memberikan informasi yang relevan dengan konteks user pada saat tersebut. Salah satu penentu konteks user terpenting adalah faktor lokasi user tersebut berada. Dengan sederhana user dapat disajikan informasi penting sesuai dengan lokasi saat user tersebut berada sehingga user dapat mendapatkan informasi yang paling relevan dan dibutuhkannya saat itu. Untuk sistem dapat menyajikan infromasi yang sesuai dengan keberadaan user saat itu, sistem harus dapat menangkap lokasi user pada saat tersebut dan kemudian menyajikan informasi yang ter-custom sesuai dengan kebutuhan user tersebut.

Triangulation

Dalam trigonimetri dan geimetri, triangulasi adalah proses untuk menentukan lokasi sebuah titik dengan membentuk segitiga menuju titik tersebut dari titik-titik yang telah diketahui posisinya.

Triangulasi terdiri dari lateration dan angulation. Lateration berhubungan dengan pengukuran jarak. Posisi 2D sebuah objek dihitung dengan mengukur jaraknya dari 3 titik non-collinear(tidak segaris).

Untuk menghitung posisi dalam 3D maka diperlukan 4 titik yang non-coplanair(tidak dalam bidang yg sama)

Ada 4 cara untuk mengukur jarak:

  1. Cara langsung, cara ini elibatkan pengukuran yang melibatkan aksi fisik atau bergerak untuk mengukurnya, misalnya dengan menggunakan meteran.
  2. Time-of-Flight: melibatkan pengukuran jarak antara sebuah objek (diam atau bergerak) menuju titik P dengan mengukur waktu yang diperlukan antara objek tersebut dan P pada kecepatan yang diketahui. Dalam hal ini sinkronisasi clock sangatlah diperlukan untuk memberikan sinkronisasi waktu antara pengirim dan penerima sehingga dapat mengkalkulasi jarak dengan tepat.
  3. Attenuation: menurunnya intensitas sinyal sejalan dengan bertambahnya jarak yang harus ditempuh dari sumber sinyal. Dengan ini memungkinkan untuk mengukur jarak antara objek dan titik P menggunakan sebuah rumus fungsi yang mengkaitkan attenuation, jarak dari jenis emisi, dan kekuatan sinyal awal dari emisi.
  4. Angulation: melibatkan pengukuran sudut daripada jarak.

PROXIMITY

Proximity adalah teknik penginderaan lokasi yang melibatkan penentuan saat sebuah benda berada di dekat lokasi yang sudah diketahui.

Ada tiga pendekatan dalam proximity:

  1. Deteksi kontak fisik dengan menggunakan sensor tekanan, sensor sentuh, dan detektor medan kapasitif.
  2. Memonitor AP selular nirkabel yang melibatkan pendeteksian saat perangkat mobile dalam jangkaun satu atau lebih AP dalam jaringan selular nirkabel.
  3. Monitoring sistem ID otomatis yang melibatkan penggunaan sistem ID otomatis seperti point-of-sale kartu kredit, catatan telepon, riwayat login komputer, dan penggunaan kartu ATM. Misalnya, lokasi seseorang yang berkendara di jalan raya dapat disimpulkan dari waktu terakhir orang tersebut menggunakan kartu e-toll karena pemindai yang membaca kartu tersebut memiliki lokasi yang statis dan diketahui.

Taksonomi dari Sistem Lokasi

Sistem lokasi memiliki karakterisitik properti seperti berikut:

  • Lokasi fisik dan simbolis: Sistem lokasi dapat menyediakan dua jenis informasi: posisi fisik dan posisi simbolis. Posisi fisik memberi lokasi absolute suatu objek; Misalnya, sistem GPS memberi informasi lintang, bujur, dan ketinggian untuk menemukan objek di lokasi yang tepat. Posisi simbolis adalah posisi relatif, misalnya di lab di lantai dua. Posisi simbolis sering didasarkan pada proximity, seperti pemindai barcode atau kartu akses ke bangunan. Tergantung pada kebutuhan dari aplikasi, informasi lokasi dapat bersifat fisik atau simbolis. Misalnya, posisi simbolik cukup untuk fungsi aplikasi aktif badge. Aplikasi juga dapat menggunakan kedua jenis informasi tersebut bersamaan. Posisi simbolik dapat digunakan untuk menambahkan informasi dari posisi fisik; Misalnya, koordinat GPS (posisi fisik) yang dapat menentukan lokasi turis digunakan untuk menemukan pusat bengkel servis terdekat (posisi simbolis) bagi wisatawan yang mobilnya mogok di jalan raya.
  • Mutlak(absolute) atau relatif: Sistem lokasi absolut menggunakan referensi gridi berbagi untuk semua objek yang ada; Misalnya, sistem GPS menggunakan garis lintang, bujur, dan ketinggian. Di sisi lain, sistem lokasi relatif memungkinkan objek memiliki kerangka referensi sendiri, misalnya, posisi pengguna ke restoran Thailand terdekat.
  • Komputasi lokasi yang dilokalkan: Suatu objek dapat menghitung lokasinya secara lokal/internal. Komputasi lokal dapat melindungi privasi, karena tidak ada objek lain di dalam sistem yang mengetahui lokasi objek lain tersebut kecuali objek tersebut memberikan informasinya ke luar. Misalnya, satelit GPS tidak mengetahui siapa yang memanfaatkan sinyal yang mereka kirim. Sebaliknya, sebuah objek dapat memancarkan sinyal yang dapat digunakan oleh objek lain untuk menyimpulkan lokasinya. Sinyal dapat disiarkan secara berkala atau sebagai tanggapan atas permintaan dari objek lain. Sistem infrastruktur yang ada kemudian bisa menghitung posisi objek tanpa melibatkan objek tersebut dalam perhitungan. Keuntungan dari pendekatan ini adalah beban melakukan perhitungan ditempatkan pada infrastruktur, oleh karena itu, mengurangi tuntutan komputasi dan daya pada objek.
  • Akurasi dan ketepatan: Misalkan bila sistem dapat menemukan sebuah objek di dalamnya dalam jarak 10-m dengan akurasi sampai 95%. Jarak menunjukkan keakuratan, dan persentase menunjukkan presisi (yaitu, seberapa sering kita bisa mendapatkan akurasi itu). Akurasi dapat dikorbankan untuk mendapatkan presisi. Akurasi dan presisi dapat ditingkatkan dengan menggunakan sensor campuran terpadu, dimana sejumlah Sistem lokasi terintegrasi untuk membentuk tingkat hirarkis dan mempunyai level resolusi yang saling tumpang tindih
  • Scale: Skala sistem lokasi mengacu pada area cakupan per unit dari infrastruktur dan jumlah objek yang dapat ditemukan oleh sistem per unit infrastruktur per interval waktunya. Misalnya, sistem penginderaan lokasi mungkin dapat menemukan benda-benda di dalam ruangan, bangunan, kampus, kota, atau di seluruh dunia. Sebuah satelit GPS dapat melayani jumlah receiver yang tidak terbatas, sedangkan pembaca tag elektronik tidak dapat membaca tag apa pun jika jaraknya di luar jangkauannya. Waktu merupakan faktor penting dalam menentukan skala sistem lokasi karena bandwidth yang tersedia memiliki batas pada frekuensi dan batas jumlah update lokasi dalam sebuah interval waktu. Misalnya, jika jumlahnya Komunikasi dalam sistem berbasis RF melebihi ambang batas tertentu, maka salurannya akan menjadi penuh/congested
  • Recognition: Aplikasi tertentu perlu mengenali objek untuk menentukan tindakan selanjutnya Misalnya, pemindai membaca tag pada koper di sebuah bandara dan mengirimkannya ke bagian klaim yang tepat; sebuah sistem memungkinkan pengguna untuk mengakses bagian bangunan tertentu setelah pemindai sidik jari mengidentifikasi pengguna yang berwenang. Beberapa perangkat yang digunakan oleh sistem untuk pengenalan indentifikasi adalah kamera, scanner, dan pembaca kartu. Umumnya, teknik pengenalan memerlukan penetapan ID unik global (GUID) ke objek. Sistem mencari GUID dalam database untuk menentukan, misalnya, hak akses objek terhadap sumber daya
  • COST: Biaya sistem penginderaan lokasi mencakup biaya waktu (waktu yang dibutuhkan untuk menginstal sistem), biaya ruang (jumlah infrastruktur terpasang dan ukuran dan form factor perangkat keras), dan biaya modal (harga per unit atau eleme infrastruktur dan gaji personil pendukung).
  • Limitations: Suatu sistem yang berfungsi dengan baik di satu lingkungan mungkin tidak berfungsi juga di lingkungan lain. Misalnya, sistem IR cocok untuknya penggunaan di dalam ruangan; sistem GPS tidak bekerja di dalam ruangan kecuali repeater GPS dipasang di gedung untuk membroadcast ulang sinyal; pembaca tag tertentu bisa hanya membaca tag dengan benar jika tidak ada tag lain di dekatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>