Multiple Access

Data link layer dalam jaringan komputer dapat dianggap sebagai gabungan dari 2 sublayer, yaitu sublayer atas yang bertugas untuk kontrol link data dan sublayer dibawahnya yang bertugas untuk menangani masalah akses bersama ke media.
IEEE sendiri sebenarnya telah membuat pembagian dalam data link layer ini, dengan menyebut layer atas sebagai Logical Layer Link Control (LLC), dan layer di bawahnya disebut media access control (MAC) layer yang bertanggung jawab atas penaganan akses multiple.

Ketika jaringan komputer berada dalam media-shared(media yang digunakan bersama), maka akan ada potensi tabrakan dalam transmisi data ketika ada 2 atau lebih terminal mencoba mengirimkan data pada saat yang bersamaan. Analogi sederhana adalah media udara yang mana dipakai secara bersama oleh manusia-manusia dalam melakukan pembicaraan. Ketika 2 orang saling berbicara, maka normalnya adalah salah satu berbicara dan salah satu mendengar, dan kemudian sebaliknya.

Tetapi ketika kedua orang tersebut berbicara ada saat yang bersamaan maka akan terjadi semacam tabrakan penggunaan media udara yang menyebabkan komunikasi menjadi tidak jelas dan terganggu. Demikian juga bila ada 2 orang berbicara bergantian, tetapi kemudian datang orang ke-3 yang langsung ikut menyela pembicaraan sehingga menjadi sebuah gangguan atau collision pada transmisi pembicaraan yang sebelumnya sedang berjalan.

Penyelesaian untuk permasalahan akses media berbagi ini adalah penerapan sejumlah prosedur yang disetujui semua pihak yang terlibat dalam sebuah protokol. Protokol-protokol yang menangani akses bersama ke dalam media disebut sebagai protokol muliple access.

Protokol-protokol Multiple access ini dapat dikategorikan kedalam 3 kategori, yaitu:

1. Random access
Dalam random access atau metode contention, tidak ada terminal yang lebih diprioritaskan daripada yang lain, dan tidak ada yang di tugaskan sebagai pengontrol yang lainnya. Tidak terminal yang dapat melarang atau memberikan ijin untuk terminal lain bila ingin mengirimkan data. Pada setiap kesempatan, sebuah terminal yang memilki data untuk dikirim akan menggunakan prosedur yang sudah didefinisikan sebelumnya dalam sebuah protokol untuk membuat keputusan apakah akan mengirim data atau tidak. Beberapa contoh metode ini diterapkan dalam protokol : ALOHA, Carrier Sense Multiple Access, Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection, Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance

2. Controlled Access
Dalam controlled-access(akses yang terkontrol), setiap terminal harus saling berkonsultasi dengan terminal lainnya untuk memutuskan siapa yang memiliki hak untuk mengiirm pada satu waktu. Sebuah terminal tidak bisa mengirimkan data kecuali bilamana telah di-otorisasi oleh terminal lainnya. Contoh protokol jenis ini adalah Reservation, Polling, dan Token Passing

3. Channelization
Metode channelisasi ini adalah metode multiple-access dimana bandwidth yang tersedia dari sebuah link dibagikan berdasarkan dalam waktu, frekuensi, atau melalui koding, diantara terminal-terminal yang berbeda. Beberapa contoh metode ini: Frequency-Division Multiple Access (FDMA), Time-Division Multiple Access (TDMA), dan Code-Division Multiple Access (CDMA)

ALOHA
ALOHA merupakan teknik multiple access yang dikembangkan oleh Universitas Hawaii pada awal tahun 70an. Teknik ini merupakan teknik random access yang menjadi awal perkembangan dari banyak teknik random access kemudian hari. Teknik ALOHA ini menggunakan prosedur sederhana yang disebut Multiple Access(MA), yang mana kemudian dikembangkan dengan menambah prosedur yang memaksa terminal untuk selalu merasakan/meng-detect(sense) media sebelum melakukan transmisi.

Pure ALOHA adalah sebutan untuk protokol awal dari ALOHA. Prosedur multiple access nya sangat sederhana, yaitu mengijinkan semua terminal dapat menggunakan shared media untuk transmisi kapanpun diperlukan. Hal ini menyebabkan terjadinya collision yang banyak. Tatapi dalam prosedur ini disebutkan bahwa si pengirim mengandalkan pada acknowledgement/konfirmasi dari penerima bahwa data telah diterima, dan apabila pengirim tidak mendapatkan konfirmasi maka pengirim akan mengirimkan ulang data dengan menunggu dengan waktu tertentu yang dtetapkan secara random. Dengan ini maka setiap terminal bebas melakukan transmisi dan tabrakan sangat mungkin terjadi, tetapi juga mngandalkan re-transmisi data yang tidak mendapat konfirmasi penerimaan.

Prosedur Pure Aloha
Prosedur Pure Aloha

 

Pure ALOHA mempunyai kelemahan yang disebut vunerable time sebesar 2 x Tfr.  Vunerable Time adalah jangka waktu dimana adanya kemungkinan terjadinya collision, dalam pure ALOHA vunerable time dapat dihitung dengan rumus 2 x Tfr, dengan asumsi terminal mengirimkan data dengan panjang frame yang tetap dan setiap framenya membutuhkan Tfr detik untuk terkirim.

vunerable time dalam protokol aloha
vunerable time dalam protokol aloha

 

Slotted ALOHA

Vunerable time dalam ALOHA terjadi karena tidak adanya aturan yang mengdefinisikan kapan terminal dapat melakukan pengiriman. Sebuah terminal dapat mengirimkan data segera setelah terminal lain memulai pengiriman atau tepat sebelum terminal lain selesai mengirim.

Slotted ALOHA membagi slot waktu Tfr detik dan memaksa termninal untuk megirim hanya pada saat awal slot waktu.

slotted aloha

Slotted ALOHA membagi slot waktu Tfr detik dan memaksa termninal untuk megirim hanya pada saat awal slot waktu. Bila terminal tersebut tidak mengirim atau terlewat mengirim pada waktu awal slot maka terminal tersebut harus menunggu kembali sampai awal slot selanjutnya, yang mana berarti terminal yang mulai mengirim pada slot waktu itu sudah selesai melakukan pengiriman framenya. Potensi collision masih dapat terjadi dimana bisa ada potensi dua terminal mencoba mengirim pada awal slot waktu secara bersamaan. Tetapi vunerable time nya turun menjadi setengah, menjadi Tfr saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>