Routing in Adhoc Network

MANET environment berkarakterisik: node yang terbatas daya power nya, terkendala bandwidth, kapasitas wireles link yang bervariasi dan topologi yang dinamis, menyebabkan perubahan konektivitas yang sering berubah dan sulit di prediksi.

Karenanya routing tradisional seperti algoritma routing link state dan distance vector yang dirancang dan berjalan baik pada jaringan kabel dan nirkabel sangatlah tidak efektif digunakan dalam lingkungan MANET.

Salah satu tantangan besar dari rancangan protokol routing untuk MANET adalah bahwa sebuah node aling tidak harus mengetahui informasi keterjangkauan ke node tetangganya untuk dapat menentukan rute sebuah paket, pada saat sementara topologi jaringan dapat berubah-rubah cukup sering pada MANET.

Ketika jumlah node dalam jaringan bertambah banyak, menemukan rute ke sebuah node tujuan membutuhkan pertukaran informasi routing protokol yang cukup sering antar nodes. Oleh karenanya, jumlah informasi update dapat menjadi cukup besar, dan bahkan dapat lebih besar lagi ketika hadir node yang mobilitynya meningkat.

Routing protokol tradisional bersifat proaktif, yang mana mempunyai karakteristik:

  • routing tabel sudah di buat sebelum paket dikirimkan (table-routing driven)
  • setiap bode mengetahui rute-rute menuju semua node dalam jaringan

Topology-based Routing Protocol

a.      Proactive Routing

Algoritma ini akan mengelola daftar tujuan dan rute terbaru masing-masing dengan cara mendistribusikan routing table ke seluruh jaringan, sehingga jalur lalu lintas (traffic) akan sering dilalui oleh  routing table tersebut. Hal ini akan memperlambat aliran data jika terjadi restrukturisasi routing table.

Beberapa contoh algoritma proactive routing adalah :

  • Babel
  • B.A.T.M.A.N – Better Approach to Mobile Ad hoc Network
  • DSDV – Highly Dynamic Destination Sequenced Distance Vector routing protocol
  • HSR – Hierarchial State Routing Protocol
  • IARP – Intrazone Routing Protocol
  • LCA – Linked Cluster Architecture
  • WAR – Witness Aided Routing
  • OLSR – Optimized Link State Routing Protocol

b.      Reactive Routing

Tipe ini akan mencari rute (on demand) dengan cara membanjiri jaringan dengan paket router request. Sehingga dapat menyebabkan jaringan akan penuh (clogging).

Beberapa contoh algoritma reactive routing adalah :

  • SENCAST
  • Reliable Ad Hoh On Demand Distance Vector Routing Protocol
  • Ant-Based Routing Algorithm for Mobile Ad Hoc Network
  • Admission Control Enabled On Demand Routing (ACOR)
  • Ariadne
  • Associativity Based Routing
  • Ad Hoc On Demand Distance Vector (AODV)
  • Ad Hoc On Demand Multipath Distance Vector
  • Backup Source Routing
  • Dynamic Source Routing (DSR)
  • Flow State in the Dynamic Source Routing
  • Dynamic MANET On Demand Routing (DYMO)

c.       Flow Oriented Routing

Tipe protokol ini mencari rute dengan mengikuti aliran yang disediakan. Salah satu pilihan adalah dengan unicast secara terus-menerus ketika meneruskan data saat mempromosikan link baru. Beberapa kekurangan tipe protokol ini adalah membutuhkan waktu yang lama untuk mencari rute yang baru. Beberapa protokol yang memiliki tipe ini adalah :

  • Interzone Routing Protocol (IERP)
  • Lightweight Underlay Network Ad Hoc Routing (LUNAR)
  • Signal Stability Routing (SSR)

d.      Hybrid Routing

Tipe protokol ini menggabungkan antara proactive routing dengan reactive routing. Protokol untuk tipe ini adalah :

  • Hybrid Routing Protocol for Large Scale MANET (HRPLS)
  • Hybrid Wireless Mesh Protocol (HWMP)
  • Zone Routing Protocol (ZRP)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>